Senin, 18 November 2019

Jalin Kebersamaan Babinsa Dan Bhabinkamtipmas Ikut Permainan Out Bond Bersama PKK Desa Baluk


Magetan  -  Untuk menjalin kebersamaan,persaudaraan dan tali silahturohmi PKK Ds.Baluk Kec.Karangrejo Kab.Magetan mengadakan acara Out Bond di daerah Cemoro Sewu. Ibu ibu PKK dari Ds.Baluk ini tergolong kelompok aktif yang selalu mengadakan kegiatan,baik yang bersifat indor maupun outdor,baik itu berupa kegiatan refresing maupun kegiatan rohani dan sosial.

Kegiatan Out Bond yang di ikuti tidak kurang dari 40 ibu ibu PKK Desa Baluk di dukung penuh oleh Babinsa dan Bhabinkamtipmas. Ketua Tim Penggerak PKK  Desa Baluk Ibu Jerman Abdul Azis Basri mengatakan bahwa pelaksanaan selain untuk refresing,juga untuk saling bersilahturohmi juga akan mempererat tali silahturohmi sehingga akan berdampak pada kemajuan Desa Baluk, terang ibu Ketua PKK.

Juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Serda Nur Basuki dan Aipda Jarot yang telah membantu,mendukung,memandu,juga memberi semangat kepada ibu ibu PKK Ds.Baluk mulai dari awal sampai selesai permainan berjalan seru dan menyenangkan, tambahnya.

Sementara itu Serda Nur Basuki mengatakan bahwa kegiatan permainan berbagai ketangkasan di antaranya,estafet tongkat,estafet bola,estafet air dalam gelas,aneka membuat lingkaran,serta melewati berbagai rintangan,kesemuanya itu memerlukan kerjasama tim,dan semua permainan itu untuk melatih daya ingat,kejelian,kepemimpinan dan lain lain yang di gambarkan dengan permainan - permainan game out bond, jelas Babinsa Ds.Baluk ini.

Salah satu kader PKK Mursini sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan Permainan maupun game out bond, mengharapkan kepada ibu ibu PKK lainya,setelah kegiatan ini pikiran jadi lebih fresh,sehingga akan lebih meningkatkan kinerja para pengurus dalam menghadapi tugas tugas kedepanya, “Pungkasnya” (R. 07 )

Rabu, 13 November 2019

Tangkal Paham Radikal, Danramil 0804/07 Ajak Pelajar Di Karangrejo Pegang Teguh Jiwa Nasionalisme


Magetan Jawa Timur. Pemahaman terhadap bahaya radikalisme dan terorisme dilakukan, sosialisasi bagi kalangan pelajar ini dirasa sangat perlu terlebih aksi terorisme dan infiltrasi paham radikalisme tidak memandang latar belakang sasarannya. Hal tersebut dapat terlihat dari beragamnya latar belakang pelaku dan motif, serta lokasi sasaran aksi terorisme. Tidak menutup kemungkinan pelajar menjadi objek berkembangnya penganguh radikalisme.

Oleh sebab itulah Danramil 0804/07 Karangrejo Kapten Inf Arif Wibowo beserta forkopimca dan Kesbangpol Kab. Magetan memberikan arahan dan sosialisasi pencegahan paham radikal dan terorisme kepada siswa-siswi  SMA/SMK di Kec. Karangrejo bertempat di Pendopo Kecamatan Karangrejo Kab. Magetan. Rabu(13/11/2019)

Kapten Inf Arif menjelaskan bahwa paham radikal yang berujung pada aksi terorisme terjadi karena lunturnya jiwa nasionalisme. Fenomena tersebut semakin nyata di kala teknologi hadir di tengah masyarakat.

Melalui sosialisasi ini Kapten Inf Arif mengajak seluruh pelajar untuk memegang teguh rasa nasionalisme dan menjadikan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.  Oleh karena itu para siswa harus lebih waspada terhadap ancaman dari luar dan masuknya paham radikalisme sebagai modal  bagi siswa memahami lingkungan sehingga tidak mudah terpengaruh dengan adanya aliran paham tersebut, “jelasnya”. (0804)

Selasa, 12 November 2019

Berdayakan Wilayah Pertahanan, Kodim 0804 Magetan Bangun Semangat Gotong Royong Melalui Binter terpadu Karya Bakti TNI


Magetan Jawa Timur – Sebagai satuan kewilayahan yang selalu berhubungan dengan masyarakat Kodim 0804/Magetan melalui  program Binter terpadu yang dikemas dalam bentuk Karya Bakti, memperdayakan wilayah pertahanan melalui kegiatan binter terpadu  ini bertujuan untuk memantapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh dalam rangka membangun semangat gotong royong dan mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat.

Kegiatan karya bakti ini dilaksanakan dengan melibatkan puluhan personil Kodim 0804/Magetan dan warga   Desa Botok Kec. Karas Kab. Magetan, memasuki musim kemarau warga desa Botok selalu dihadapkan masalah kurangnya ketersediaan air  untuk pertanian. Karena memang Desa Botok ini daerah pertanianya masih banyak mengandalkan tadah hujan.

Dengan semangat gotong royong, niat yang kuat akhirnya warga mempunyai ide  bersama untuk membuat tanggul sungai dengan harapan saat musim kemarau tiba masih ada air untuk keperluan pertanian. Masyarakat Desa Botok  dengan swadaya dan  dibantu oleh Kodim 0804 Magetan Akhirnya pembangunan  tanggul ini dapat diselesaikan sehingga air yang tadinya tidak bisa mengalir sekarang dapat mengalir ke sawah para petani.

Komandan Kodim 0804/Magetan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, SE. saat ditemui diruang kerjanya  menyampaikan Program Binter terpadu yang dikemas dalam bentuk karya bakti, yang dilaksanakan  Kodim 0804 Magetan bersama  masyarakat, selain untuk mendukung program pertanian  juga mendukung ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah yaitu swasembada pangan sekaligus melestarikan budaya Gotong royong diwilayah binaan. “ jelas Dandim”

Selain itu kegiatan ini juga dapat menjalin hubungan tali silaturahmi dan komunikasi sosial dengan masyarakat di desa binaan, sehingga sasaran tugas pokok binter terpadu bisa tercapai sesuai harapan. “sambungnya”

Sungkono Kepala Desa Botok menyampaikan terima kasih, sumbangsih Kodim 0804 Magetan yang telah diberikan kepada masyarakat melalui karya bakti ini bisa bermanfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat Desa  Botok, ini  adalah bentuk kemanunggalan TNI bersama Rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan Desa Botok khususnya Bidang Pertanian. Sekaligus berharap kerjasama dan hubungan silaturahmi ini dapat ditingkatkan sehingga TNI selalu dicintai Masyarakat “tuturnya” (0804)

Minggu, 10 November 2019

Akibat Kemarau Panjang, Babinsa Sobontoro Koramil 0804/07 Karangrejo Bantu Droping Air Bersih Untuk Masyarakat Binaan


Magetan - Babinsa Desa Sobontoro Posramil Karas Koramil 07/ Karangrejo Kodim 0804/ Magetan Serda Nur Cholis membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang menjadi tanggung jawab binaan nya akan kebutuhan air bersih yang diperlukan untuk kebutuhan rumah tangga sehari hari, lokasi dropping air bersih di laksanakan di dukuh Bangoan Desa Sobontoro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan Jawa Timur.

Dukungan air bersih didatangkan dari Forum Relawan 24 jam Kab.Magetan  atas koordinasi Forkopimca dengan Bpk Setyo Budi haryanto selaku pimpinan Forum Relawan 24 Jam. Meski baru tiga  tangki tandon air yang di muat dalam satu mobil truk namun demikian kendaraan tersebut mampu memberikan air yang dibutuhkan warga. “Musim kemarau ini cukup lama namun saya berharap para warga menghemat air bersih ini hanya untuk kebutuhan yang sangat penting seperti memasak atau minum. Sedangkan untuk keperluan lain warga masih bisa mengambilnya dari air sungai meski kondisi air sungai sangat minim saat ini, “ ujar Serda Nur cholis kepada awak media yang sedang meliput.

Menurut Danramil 07/ Karangrejo dan Karas Kapten Inf Arif W kegiatan ini merupakan kepedulian dari Forum Relawan 24 Jam Kab.Magetan bagi warga yang dilanda kekeringan akibat musim kemarau panjang yang melanda di beberapa pedesaan se-Kecamatan Karas dan desa - desa sekitarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Komandan Koramil 07, bahwa bantuan air bersih ini dapat membantu kesulitan masyarakat pedesaan untuk mendapatkan sarana air bersih sebagai kebutuhan utama sehari hari. Sebab sudah hampir empat bulan ini terjadi musim kemarau panjang sehingga berdampak mengeringnya sumber air di sumur sumur warga masyarakat. Oleh karena itu warga sangat mengharapkan adanya bantuan air bersih. Di dalam tehnis pembagian nya di harapkan masyarakat dapat menerima dan mengantri dengan tertib serta menyiapkan bak penampungan air sehingga di harapkan dapat merata pembagian nya.

Petugas Pendamping dari Forum Relawan 24 Jam yang juga menyampaikan bahwa dropping air bersih ini merupakan program dari Forum Relawan 24 Jam untuk membantu masyarakat pedesaan yang dilanda kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Lebih lanjut dalam pelaksanaannya akan di
Koordinasikan dengan unsur Forkopimca di masing - masing wilayah sehingga dalam pembagiannya tidak terjadi rebutan antar warga dan di harapkan dapat berjalan dengan baik dan tidak ada kendala. (R - 07)

Minggu, 03 November 2019

Forkopimca Karas Bersinergi Mendukung Kesinambungan Pembangunan Di Desa Botok


Magetan – Anggota Forkopimca dengan Kompak dan bersinergi menghadiri Musyawarah Desa tentang penetapan RKPDes tahun anggaran 2020, acara musyawarah tersebut dilaksanakan di balai desa Botok Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.

Rencana Kerja Pembangunan Desa yang disingkat (RKP-Desa) adalah dokumen rencana untuk program kerja dalam 1 (satu) tahun dan merupakan penjabaran dari rencana pembangunan jangka menengah yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa, dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutahirkan, program prioritas pembangunan desa, rencana kerja , baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan rencana pembangunan jangka menengah desa.

Kegiatan Musyawarah Desa yang mengadirkan jajaran Forkopimca,lembaga desa dan masyarakat ini untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa anggaran tahun 2020 yang di rencanakan tahun 2019. dalam proses untuk melahirkan rencana kerja pembangunan yang betul betul dibutuhkan masyarakat. Pemerintah desa Botok bekerja sama dengan seluruh masyarakat dalam melaksanakan tahap demi tahap perencanaan pembangunan desa yang berkesinambungan.

Disela-sela sambutannya Komandan Koramil 07 Karangrejo Kapten.Inf.Arif W menyampaikan pesan dan himbauan agar dalam penyusunan Rencana Kerja Pembanguan Desa Tahun Anggaran 2020, tetap berpegang sesuai dengan aturan aturan yang sudah berlaku, sehingga anggaran dana yang telah disepakati bersama betul betul digunakan untuk pembangunan Desa agar nantinya hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Botok." Tuturnya.

Di samping itu warga masyarakat berhak mengawal ataupun mengawasi program program kerja pembangunan desa agar berjalan lancar sesuai dengan waktu dan anggaran yang sudah di tetapkan". Tutupnya. (R- 07)